Ourcomprehensive results service will give you the full run-down on what takes place at Prestbury Park in 2022 as each race is run. Until then you can view the race's past winners and relive some of the best performances from the 2020 Cheltenham Festival, including of course Al Boum Photo's second successive win in the Gold Cup. GO NOW.
Jakarta ANTARA News - Maritime Affairs and Fisheries Minister Susi Pudjiastuti hopes that the Indonesian Pearl Festival IPF 2016 will introduce Indonesias original pearls to the world. "I hope the Indonesian South Sea Pearl ISSP would be introduced to pearl stakeholders and enthusiasts. The exhibition which has been held regularly would open access to the people," the minister said when opening the IPS in Jakarta Wednesday. The exposition displays the Indonesian sea kept pearls to the public she said. It was the duty of everyone to introduce the Indonesian pearl to pearl stakeholders and enthusiasts, the minister said. If the ISSP is recognized as a new commodity which has a high value, it would benefit Indonesia, as it would serve as a new source of economy to Indonesia. The Indonesian pearl has good potential for the world market and therefore, noted designers are called on to present the latest pearl designs, she stated. "Many people will come to know and love the pearl when they see the creative and up to date designs," the minister added. If the Indonesian pearl potential is cultivated properly it would boost the Indonesian economy, Minister Susi reminded earlier. Pearls have become the target of illegal export practices, she said, and added that in 2014 the pearl exports to Hong Kong were worth US$ million. The figure is very different from the Indonesian pearl export data. In 2015, Hong Kong imported pearls from Indonesia worth $ million. But Indonesias pearl export data to Hong Kong showed that it was worth only about $1 million.*
catatanpenjurian lomba blog indonesia pearl festival 2016 November 7, 2016 August 5, 2017 Amril Taufik Gobel Adalah merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan tersendiri buat saya menjadi salah satu dari tiga juri yang menilai karya-karya rekan-rekan blogger yang mengikuti kegiatan Lomba Blog dalam rangka Indonesia Pearl Festival 2016.
Jakarta, Sept. 25, 2013 ANTARA - Saut P. Hutagalung, the Director General of the Ministry of Fisheries and Marine Affairs' Directorate General of Processing and Marketing of Fishery Products PMFP, claimed that Indonesia is the country supplying 43% of the world's South Sea Pearl SSP demand, making Indonesia the world's biggest producer of SSP. The Indonesian world trade value is ranked with the export value of US$ 29,431,625 or 2,07% of the world's pearl trade value which hits US$ 1,418,881,897. This achievement places Indonesia below Hong Kong, China, japan, Australia, Tahiti, USA, Switzerland and England. Meanwhile, the Indonesian pearl Export destination countries include Japan, Hong Kong, Australia, South Korea, Thailand, Switzerland, New Zealand, and France. This achievement can surely be gone beyond those figures by developing and strengthening the marketing sector. Therefore, the Ministry of Fisheries and Marine Affairs MMAF partnering with the stakeholders are exerting to conduct a number of ground-breaking, intensive programs to keep raising the international community of the country's pearl potential. One of the recently held programs is the 2013 Indonesia Pearl Festival. The Festival aimed to enhance the competiveness of the Indonesian pearl in the international pearl industry. The SSP is originated from the pinctada maxima oyster, both naturally and culturally cultivated. The oyster development centers are spread throughout Lampung, Bali, West Nusa Tenggara, East Nusa Tenggara, North Sulawesi, Southeast Sulawesi, Central Sulawesi, Gorontalo, Maluku, North Maluku, and West Papua. The Ministry of Maritime Affairs and Fisheries MMAF is optimistic to be able to increase the value of pearl exports given Indonesia has and master the instrumental supporting factors, such as the area of cultivation, the labors, the equipment and technology supports. To realize these targets, the MMAF has completed six development projects; the oyster broodstock Center development in Karang Asem, Bali; The establishment of the Non-consumptive Product Development Directorate under the MMAF's Directorate General of Processing and Marketing of Fishery Products PMFP; the establishment of Indonesian Pearl Subcommission on the Fisheries Product Commission under the coordination of PMFP DG; the Initiative of the pearl Indonesian National Standards SNI Issuance which has now already been issued ISO 49892011; the partnership between MMAF and Indonesian Asociation of Pearl Cultivation ASBUMI to annually conduct the Indonesia Pearls Festival as one of the media to improve the quality, quantity and the marketing of pearls in the domestic and international Pearl Festival Indonesia Pearl Festival IPF is an event highlighting the SSP as the main attraction aiming to drive and bolster this Indonesia's instrumental commodities. To further cement the Indonesian SSP positioning in the international market, MMAF already established the Indonesian SSP International Branding by developing the marketing network among the Indonesian pearl industry players. Mr. Hutagalung continued "In addition, this event is also to ensure the continuity and quality of the Indonesian SSP and compile all of the SSP industry players aspirations for the marketing regulation considerations." In addition to the IPF, the Ministry also took part in the release of the "Indonesian South Sea Pearls" book written by Mrs. Ingrid Mutiara Sutardjo and Mrs. Nunik Arnuningsih at the APEC's Women Inspiring Program on September 6-7, 2013 which was attended by the State Minister of Women Empowerment and Child Protection, Mrs. Linda Amalia Sari, and the American Businesswoman and Former Model, Kimora Lee Simmons, as well as 21 APEC's delegation leaders and women delegations. "As part of the 2013 Indonesian Pearl Festival, we will organize the launching of South Sea Pearls book on October 3, 2013," he concluded. For further information, please contact Anang NoegrohoHead of Statistic Data and information CenterThe Ministry of Fisheries and Marine AffairsPh +62213519070
Sayajuga sebelumnya ga pernah dengar sama sekali nama Indonesian South Sea Pearls ini, sampai saya ikut pre event 6th Indonesian Pearl Festival 2016 pada 12 Oktober 2016 lalu di gedung Mina Bahari Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Acara yang dibuka dan disambut langsung oleh ibu Menteri Susi Pudjiastuti ini benar-benar membuka
Souvenir Indonesia, Indonesian South Sea Pearls- Ada yang pernah dengar ini? Indonesian South Sea Pearls? Ga pernah? Yap, sama. Saya juga sebelumnya ga pernah dengar sama sekali nama Indonesian South Sea Pearls ini, sampai saya ikut pre event 6th Indonesian Pearl Festival 2016 pada 12 Oktober 2016 lalu di gedung Mina Bahari Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan KKP. Acara yang dibuka dan disambut langsung oleh ibu Menteri Susi Pudjiastuti ini benar-benar membuka wawasan. Saya baru tahu kalau Indonesia punya potensi kekayaan laut selatan yang luar biasa, selain ikan dan kawan-kawannya. Mutiara. Ya, ternyata Indonesia punya potensi mutiara laut yang tak terduga. Ibu mentri KKP, Susi Pudjiastuti Indonesia merupakan salah satu negara penghasil mutiara terbesar di dunia. Menurut data KKP tahun 2011, produksi South Sea Pearl Indonesia mencapai 53% dari produksi South Sea Pearl dunia. Namun, nilai perdagangan mutiara Indonesia di dunia hanya mencapai $ 31,8 juta, kalah jauh dibanding perdagangan mutiara dunia yang mencapai $ 1,5 milyar Kominfonewscenter. Huhuhuhu, jauh banget ga sih njomplangnya? Peta Bisnis Indonesian South Sea Pearls sumber Instagram Indonesianpearlfestival2016 Negara Indonesia merupakan penghasil mutiara terbesar jenis South Sea Pearl, tapi, kenapa pula penjualannya kalah jauh dibanding negara-negara lain? Apa yang salah? Potensi Bisnis Indonesian South Sea Pearls sumber Instagram Indonesianpearlfestival2016 Salah mutiaranya? Salah penjualannya? Atau salah penanganannya? Entahlah. Mulai dari mana mengurai benang kusut ini. Secara jumlah produksi memang Indonesia udah oke banget. Apalagi mutiara yang dihasilkan Indonesia merupakan jenis mutiara yang terbaik, South Sea Pearl! South Sea Pearl merupakan ratunya mutiara. Salah satu mutiara yang dihasilkan dari kerang tiram mutiara terbesar di dunia, Pinctada Maxima. Mutiara yang dihasilkan oleh kerang jenis ini mempunyai lapisan yang tebal dan permukaan yang berkilau indah. Ukurannya bisa mencapai 22mm. Golden South Sea Pearl sumber Sayangnya, walau merupakan penghasil mutiara terbesar dan terbaik dunia, kualitas produksi mutiara Indonesia masih kalah jauh dibanding negara lain. Kalah jauh dibanding Australia yang juga salah satu negara penghasil South Sea Pearl. Lucunya, gaung Indonesian South Sea Pearl ini kurang terdengar di dalam negeri sendiri. Menurut Joseph Taylor, ahli biota laut asal Australia, orang Indonesia sendiri justru banyak yang ga tahu kalau kualitas Indonesian South Sea Pearl itu bagus. Yang lebih lucu lagi, mutiara yang banyak beredar di Indonesia justru jenis Chinese Fresh Water Pearl, mutiara air tawar yang ilegal CNN Indonesia. Ya, hal itu bisa saja terjadi karena mutiara tersebut merupakan jenis yang kualitasnya rendah dan harganya pun lebih murah. Mungkin orang Indonesia masih mikir-mikir ya beli sebutir mutiara laut asli seharga 5-10 juta tergantung kualitasnya. Padahal mereka belum tahu bagaimana proses terbentuknya mutiara South Sea Pearl dan mengapa harganya bisa sampai begitu mahal. Gaung kehebatan si mutiara ini justru terdengar di luar negeri. Ibu Susi bercerita kalau baru tahu bahwa mutiara Indonesia itu bagus justru dari koleganya di luar negeri. "Buy Indonesian Pearl", kata si kolega. Bisa jadi pasar luar memang kuat daya belinya plus cukup tinggi penghargaannya terhadap perhiasan berjenis mutiara. Saking bagusnya kualitas Indonesian South Sea Pearl, mutiara ini banyak yang diselundupkan KKP. Bahkan banyak juga pedagang dunia yang secara curang mengklaim mutiara tersebut sebagai produksi negaranya, hiks. Tugas besar kita nih, bantu branding Indonesian South Sea Pearl dan bantu perdagangan mutiara ini agar makin mendunia. Jangan sampai deh ada klaim mengklaim lagi soal mutiara yang satu ini. Bagaimana Proses Produksi Indonesian South Sea Pearl? Seperti yang sudah saya sebut di atas, Indonesian South Sea Pearl diproduksi oleh kerang tiram bernama Pinctada Maxima. Kerang jenis ini umumnya ada di dasar laut dalam. Beberapa laut dalam Indonesia banyak mempunyai jenis kerang penghasil mutiara ini. Mulai Raja Ampat Papua Barat, Lombok NTB, sampai Sumatera Lampung. Indonesian South Sea Pearl yang asli diproduksi secara alami melalui proses alam. Masuknya benda asing, biasanya berupa pasir laut atau benda asing lain, menyelip ke dalam cangkang kerang. Secara alami kerang akan membuat perlindungan dengan membuat lapisan-lapisan lendir nacre yang akan menentukan besar kecilnya mutiara. Berapa lama proses itu terjadi hingga mutiara bisa dipanen? 4 tahun! Yap, teman-teman tidak salah baca. Masa panen Indonesian South Sea Pearl ini memang lama. Dibutuhkan waktu paling tidak 4 tahun hingga mutiara South Sea Pearl bisa dipanen. Ga heran kan kalau harganya mahal? Itu pun, setelah masa panen yang sekian lama, tak semua kerang kemudian menjadi layak jual dengan harga tinggi. Ada standar-standar internasional yang harus dipenuhi agar harganya meningkat. Mulai dari kilaunya jika dilihat ke cahaya atau sinar matahari, bentuknya bulat sempurna atau mencong-mencong, lapisan warnanya pinkish akan lebih baik, permukaannya halus atau bergeronjal, sampai ukurannya standar 9-22mm. Ga mudah ya? So, guys, ga heran kan kalau mutiara asli Indonesia ini bisa mahal? Trus gimana donk bisa tahu kualitas mutiara Indonesia yang bagus itu yang seperti apa? Bagaimana membedakan mutiara yang asli dan palsu? Ssttt, nanti pada 6th Indonesian Pearl Festival di Lippo Kemang Village Jakarta, 9-13 November 2016, akan ada coaching clinic lho. Bagaimana mengenali mutiara asli Indonesia? Simak tipsnya pada acara tersebut ya. Akan ada pameran, lelang, plus edukasi tentang Indonesian South Sea Pearl ini. Datang ya. Souvenir Indonesia Salah satu daerah penghasil Indonesia South Sea Pearl yang terkenal adalah Lombok. So, tak heran jika salah satu oleh-oleh khas Lombok adalah mutiara. Nah, kalau teman-teman mampir ke Lombok, jangan lupa ya berburu mutiara asli Indonesia ini. Mulai perhiasan gelang, liontin, kalung, cincin, anting, dsb sampai kerajinan. Berbagai perhiasan ini sungguh menarik dan memikat hati. Tinggal menaikkan gengsinya aja agar pangsa pasar Indonesia maki yakin dan maki menghargainya. Salah satu contoh Cincin Mutiara Laut Lombok sumber Siapa lagi sih yang bisa bangga sama hasil bangsa sendiri kalau bukan rakyatnya? Yuk, perkenalkan keindahan mutiara asli Indonesia. Perkenalkan souvenir Indonesia, Indonesian South Sea Pearl. Mari bantu petani mutiara lebih sejahtera hidupnya. Bantu mereka branding dan memperbaiki strategi penjualan plus kualitas produksinya. KKP sudah membantu, kita pun bisa membantu. Ya kan? Apa ya yang bisa dilakukan agar mutiara Indonesia makin dikenal dan makin tinggi nilai jualnya? Any Idea? Sumber data 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.
BeritaIndonesian-Pearl-Festival - Indonesian Pearl Festival 2019 akan jadi branding mutiara Indonesia yang sempat dijuluki Queen Of Pearl di dunia.
Bagiyang gemar mutiara datanglah ke Lombok Sumbawa Pearl Festival Pasalnya dihadirkan jutaan mutiara yang siap mencerahkan mata Anda - Travel - okezone travel
Thelatest Tweets from INDO_PEARL_FEST_2016 (@indopearl6th)
Friday 14 October 2016. 6th Indonesian South Sea Pearl Festival: Eksotik, Menarik, dan Berkelas Dari sekian banyak pilihan mutiara yang ada, pilihan jatuh pada mutiara yang berasal dari laut selatan Indonesia, Indonesian South Sea Pearl (ISSP), salah satunya dari Lombok.
KeindahanIndonesia sangat kaya salah satunya Mutiara Oleh karenanya Indonesia siap membius turis asing melalui festival mutiara - Travel - okezone travel
g5Z1. r80xesx5ub.pages.dev/23r80xesx5ub.pages.dev/344r80xesx5ub.pages.dev/438r80xesx5ub.pages.dev/206r80xesx5ub.pages.dev/471r80xesx5ub.pages.dev/186r80xesx5ub.pages.dev/342r80xesx5ub.pages.dev/457
indonesia pearl festival 2016